Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Mantra dan kidung gombal para pujangga

Mantra dan kidung gombal para pujanggaMantra dan kidung gombal para pujangga

By On September 17, 2013

Mantra dan kidung suci itu, kini kuanggap kurang indah untuk mewakili rinduku pada-Mu. Syair pujian sudah bagaikan gombalan para pujangga jalanan. Bukan lagi rayuan untuk meminta, Rasa rindu ini kian membius meniadakan segala keinginan. Hanya senyum kecil mengembang kupersembahkan untuk membuktikan betapa aku rindu kamu.
######NB:When you want to put and share this articles on your blog, please rewrite on your own sentences and phrases. so it will good for both of us on search engine rank. also put this specific blog url as your reference. Be a good blogger, respect the author. Keep blogging.

Solusi Hukum berbanding lurus antara gaya dan tekananSolusi Hukum berbanding lurus antara gaya dan tekanan

By On August 15, 2013

Banyak gaya dan tekanan

Kata orang: dalam fisika, semakin banyak suatu gaya maka menghasilkan tekanan yg semakin tinggi jadi mereka menyarankan agar jangan terlalu banyak gaya(mengurangi gaya) jika tidak ingin mendapat tekanan tinggi.

Saya berpikir akan solusi yg lain utk hukum yg berbanding lurus tsb, ternyata resiko tekanan tinggi dapat dikurangi dg memperluas medianya atau juga dengan menyebarkan tekanan2 tersebut ke daerah di sekitarnya, jadi anda tdk perlu khawatir kalo mendapat tekanan akibat dari gaya yang anda keluarkan.

Pilih memperluas diri anda atau menyebarkan tekanan tsb ke medium lain, atau anda pilih seperti yg disarankan org lain yaitu jangan banyak gaya. salam gaya.

*Sedikit tambahan: ternyata tidak semua medium dapat menerima dan kemudian meredam tekanan yg anda berikan, justru tekanan tersebut kembali dua kali atau berkali lipat kepada anda. jadi solusi kedua tdk disarankan.

 ######NB:When you want to put and share this articles on your blog, please rewrite on your own sentences and phrases. so it will good for both of us on search engine rank. also put this specific blog url as your reference. Be a good blogger, respect the author. Keep blogging.

Untuk apa aku hidup? Apa tujuan aku dilahirkan?Untuk apa aku hidup? Apa tujuan aku dilahirkan?

By On July 9, 2013

God's worksmanship
"Untuk apa aku hidup?" "Apa tujuan aku dilahirkan?".

Kadang muncul pertanyaan "Untuk apa aku hidup?" "Apa tujuan aku dilahirkan?".

Berkali-kali pendahulumu dan banyak orang mengingatkan: Kau bukanlah makhluk biasa yang berlabel manusia saja melainkan makhluk spiritual/berjiwa yang berperan langsung dalam dunia ini.

Setiap orang memiliki peranya sendiri-sendiri walau besar atau kecil. Engkau dibekali pemandu dalam dirimu, bertanyalah kedalam walau itu hanya sebentar. Jika kau bimbang, janganlah kau tanyakan apa yang dibutuhkan dunia tetapi tanyakan dahulu apa yang sekiranya membuatmu sungguh-sungguh hidup dan menyala. Setelah itu lakukanlah, karena apa yang dibutuhkan dunia tak lain adalah mereka yang hidup dan menyala karena dengan nyalanya akan membuat hidup dan nyala yang lain.

Seperti halnya menanam, Ciptakanlah dirimu damai, indah, dan sukacita maka dunia akan damai, indah dan sukacita, Ciptakanlah kelimpahan pada dirimu maka dunia ini akan berlimpah kecukupan begitu juga sebaliknya Ketika kau menolong orang lain, kau menolong dirimu sendiri.

Kedamaian, kelimpahan dan sukacita sudah tersedia di dunia bagaikan buah pada kebun buah-buahan. Buah yang baik dan segar harus ada yang memetik dan membagikannya ketika berlimpah kepada yang lain.

Siapakah yang akan memetiknya?
Kitalah para pemetik buah yang baik dan segar itu, jangan lupa mintalah ijin dahulu kepada Empunya kebun buah ini. Selamat memetik buah kehidupan, buah kedamaian, buah sukacita yang berlimpah-limpah jumlahnya.

Semoga posting saya ini bermanfaat bagimu yang mencari makna hidup ini. "Untuk apa aku hidup?" dan "Apa tujuan aku dilahirkan?".

Posted on: "Untuk apa aku hidup?" "Apa tujuan aku dilahirkan?".
######NB:When you want to put and share this articles on your blog, please rewrite on your own sentences and phrases. so it will good for both of us on search engine rank. also put this specific blog url as your reference. Be a good blogger, respect the author. Keep blogging.

IL Concetto di Machiavelli tra Retorica e LogicaIL Concetto di Machiavelli tra Retorica e Logica

By On April 13, 2013


Machiavelli statue Uffizi Firenze Italia
machiavelli teoria politica
  
Voglio scrivere un concetto di Machiavelli “tra Retorica e Logica

Questa poderosa concezione storicizzante (con riguardo sia al mondo politico dell’uomo, sia l mondo naturale) si sorregge con una sua logica che viene progressivamente ricercata, saggiata, affinata, da Machiavelli nel vivo delle quetioni storiche studiate, sempre ll luce di quel confronto che l’umanesimo da tempo aveva avviato tra Retorica e Logica, nele rispondenze concrete ai problemi propri di singoli campi disciplinari. machiavelli teoria politica.

Machiavelli, per dirla in breve, pare seguire una ferma convinzione che, da un lato, i discorsi senza una loro logica, apparecchiata con metodo rigoroso, perdono lo strumento della forza; ma, d’altro lato, i discorsi senza l’usilio della retorica perdono l’orientamento della rispondenza strategica alle esigenze della ricerca, perche rimangono privi di una capacita’ di svogiamento discorsivo ch arricchisca di varianti d’uso nell’argomentazione, di regole d’opportunita’, di accorgimenti d’adattamento ale singole questioni. "machiavelli teoria politica "

Si tratta, pertanto, di muoversi tra Retorica e Logica, oscillando tra, da un lato, la conformazione di una ricerca a specifiche strutture analitico-discorsive, e d’altro lato, la conduzione di un discorso vriamente ispirato dalle esigenze discorsive con sui si stesse il filo delle parole nel vivo dell’esperienza, in chiave ora esplorativa, ora congetturale, ora dimostrativa, ora persuasiva, ora rievocativa e cosi via. Il Machiavelli “Logico” si avvale dunque di quella duplice valenza, ora “logica” in senso stretto, ora “Retorica” in senso ampio (di una retorica della verita’, come ha felicemente detto il Raimondi), che contraddistingue la cultura umanistica, per addentrarsi nella selva qusi inesplorata della logicita’ del discorso storiografico. "machiavelli teoria politica"

Le problematiche piu’ salienti che Machiavelli affronta in tale cammino sono anzitutto quell della logica dell’Esemplarita’ (in cui il punto cruciama ad una concezione paradigmatica dell’esempio, dapprima ad una concezione casistica di esso, e di poi ad una analogica dello stesso, in chiave di “modello” in base ad una elaborazione storistica della:
Quella della logica dell processualita’ (in cui il punto cruciale fu l’adattamento delle techniche analisi logica proprie dell’arte diagnostica dei segni, per utilizzarle enll’esame storiografico dello svoglimento di un corso di cose, in un certo contsto ricostruttivo, appositmente strutturato funzialmente lla luce di talune ctegorie);

Poi quelle della logica dell ermeneutica ipotetica (in cui il punto cruciale fu il passagio da una concezione congetturale ad una concezione abduttiva, in chiave storicizzante, della formulazione di ipotesi interpretativedella esperienza fattuale);

poi quelle della logica modelli (in cui il punto crucile fu l’elaborazione di un ruolo ed un significato rigoroso dell’uso di schematizzazioni tipiche nello studio dell’esperienza storica, in maniera logicamente di stinta da quella dell’uso di definizioni d’identita’ per il tramite di qualificazioni d’essenza);

poi quelle della logica delle relazioni (in cui il punto crucile fu il passagio ad una concezione pragmatica della causalita’ ad una concezione funzionale di essa, cosi da spiegare, alla luce di una stessa modalita’ processuale, piu’ vicende che si svolgono con differenti nessi interni di azioni, di protagonisti, di ocassioni ecc., ma con uno stesso esito in termini strutturalli);

poi quele della logica dell’analogia ( in cui il punto cruciale fu il passagio da una concezione prevalentemente ‘metaforico-allegrica’, ad una concezione ‘topico-rgoentale’ dei procesi diairetici di raffronto, trasposizione, assimilazione, traduzione ecc. Tra casi d’esperienza);

poi quelle della logica della valutazione delle probabilita’ ( sia in chiave pre-visionale, sia in chiave post-visionale);

poi quelle della logica dei rocessi dialettici di conversione di una cosa nel suo contrario, oppure di trasformazione di una cosa per ecesso di alcuni suoi elementi che escono dall’assetto ordinario, vlicando in via straordinaria i imiti di minimo-massimo propri della composizione mista di un certo corpo;

In tutto tale itinerario sterminato di indagine retorico-logica si registra una progressiva attenzione di Machivelli ai procedimenti induttivi e una minor fiducia in quelli deduttivi (inizialmente usati con ferma convinzione sillogistica): con la mira fissa sempre al bersaglio fondamentale di argomentare la storicita’. "machiavelli teoria politica"


Capitolo: “ Machiavelli e la fondazione delle metodologia della conoscenza storica” p.482-533
La filosofia e le scienze dell’uomo – Bramante Editrice 
machiavelli teoria politica

######NB:When you want to put and share this articles on your blog, please rewrite on your own sentences and phrases. so it will good for both of us on search engine rank. also put this specific blog url as your reference. Be a good blogger, respect the author. Keep blogging.
Objektivitas Vs Subjektivisme

Objektivitas Vs SubjektivismeObjektivitas Vs Subjektivisme

By On July 10, 2011

Objektivitas Versus Subjektivisme

Subjektivitas & Objecktivitas
Belajar Falsafah dan memahami Objektivitas dan Subjektivitas

Pandangan Objektivitas dan Subjektivitas

Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa interpretasi Heisenberg terhadap fisika kuantum sangat dipengaruhi oleh pandangan-pandangan filsafatnya. Bahkan ketika ia masih menjadi mahasiswa, ia adalah seorang idealis yang bersemangat, yang mengakui bahwa ia sangat terkesan dengan Timaeus, karya Plato (di mana idealisme Plato tersaji dengan cara yang paling tidak dapat dimengerti orang), sambil bergabung dalam jajaran Freikorps, pasukan paramiliter reaksioner, yang senang menculik dan membunuh para aktivis serikat buruh, terutama aktif di tahun 1919. Kemudian ia menyatakan bahwa ia "jauh lebih tertarik terhadap ide-ide filsafat yang mendasar daripada hal-hal lainnya," dan bahwa perlulah "untuk keluar dari ide tentang proses objektif dalam ruang dan waktu." Dengan kata lain, interpretasi filsafati Heisenberg atas fisika kuantum sangat jauh dari sekedar hasil sebuah percobaan ilmiah. Jelas bahwa interpretasinya terkait erat dengan filsafat idealis, yang dengan sadar diterapkannya dalam fisika, dan yang menentukan seluruh cara pandangnya terhadap dunia.

Memahami konsep Objektivitas dan Subjektivitas

Filsafat semacam itu bukan saja bertentangan dengan ilmu pengetahuan, tapi juga dengan seluruh pengalaman kesejarahan manusia. Bukan saja ia tidak mengandung hakikat yang ilmiah, tapi juga sama sekali tidak ada gunanya dalam praktek. Para ilmuwan yang, pada umumnya, lebih suka tidak menyentuh spekulasi filsafat, mengangguk dengan sopan pada Heisenberg, dan terus saja meneliti hukum-hukum alam, menganggap sewajarnya bahwa alam bukan saja ada ada, tapi juga berjalan sesuai dengan hukum-hukum tertentu, termasuk hukum sebab-akibat, dan dengan usaha sedikit keras, dapat dipahami dengan sempurna, bahkan dapat diramalkan oleh manusia. Konsekuensi yang reaksioner dari idealisme subjektif ditunjukkan oleh perkembangan pribadi Heisenberg sendiri. Ia membenarkan keterlibatannya dengan Nazi dengan alasan bahwa "Tidak ada pedoman umum yang dapat kita gugu. Kita harus memutuskan bagi diri kita sendiri, dan tidak ada cara untuk meramalkan apakah yang kita buat ini adalah benar atau salah."

free counters